Dalam rangka mempermudah generasi bangsa mendapatkan hak pendidikan, Universitas Terbuka (UT) Padang dan Universitas Negeri Padang (UNP) bekerjasama membuka dua (2) bidang studi yakni Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan.

Kerjasama antara UT Padang dan UNP dalam dua bidang studi tersebut dibuktikan dengan menggelar pelatihan perkuliahan daring, yang diadakan di Auditorium UNP. Pembukaan pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Profesor Yunia Wardi, Senin (02/03/2020) yang dihadiri oleh 3.863 orang mahasiswa pada hari pertama, dan selebihnya pada pertemuan kedua dengan jumlah tujuh ribu enam ratus mahasiswa.

“Dasar dari kerjasama ini adalah bagaimana perkuliahan ini lebih efektif dan dapat memanfaatkan teknologi informasi yang canggih saat ini,” kata Prof. Yunia Wardi.

Lebih lanjut Yunia Wardi memaparkan, sarana atau teknologi yang dipakai untuk perkuliahan daring itu seperti laptop, ataupun smartphone yang semua mahasiswa memakai teknologi tersebut.

“Insya Allah semester ini akan dimulai, sekarang ini kita melaksanakan sosialisasi pelatihan untuk mahasiswa dan pelatihan untuk tutor,” sebutnya.

Untuk dua mata kuliah tersebut, lanjutnya, memang dilakukan percobaan dulu karena sesuatu itu tidak bisa sekaligus dan ini sebagai percobaan. Dalam perjalanan nantinya akan kita evaluasi, tapi kita yakin dengan menggunakan teknologi informasi akan lebih efektif.

“Jangkauan perkuliahan juga lebih luas, karena sifatnya jarak jauh dan jika ini efektif akan ada penambahan bidang studi nantinya,” ucapnya.

Yunia Wardi juga berharap pada mahasiswa dan dosen sebagai tutor, untuk bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya karena ini adalah proses yang baik, dan tentunya akan menghasilkan output yang bagus.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Bantuan Belajar UT, Dr Agung Sastrawan Putra menyebutkan, perkuliahan daring yang berkerjasama dengan UNP ini adalah semester kedua, dimana semester pertama UT bekerjasama dengan sembilan universitas termasuk di Bali, Kupang, Batam, Surakarta baik universitas negeri ataupun swasta.

“Peserta yang terbesar ada di Padang ini, kita memang tidak bisa menghindar dari perkembangan teknologi, agar jangan tergilas dan kita harus mengikuti perkembangan ini dan memanfaatkan semaksimal mungkin, kemajuan teknologi itu untuk kemaslahatan bersama terutama untuk perkuliahan,” kata Dr Agung Sastrawan Putra.

Dilanjutkannya, UT itu sebenarnya sudah memulai perkuliahan online sejak adanya internet pada tahun 2005. UT terus berbenah, dan sekarang diberi kesempatan untuk bermitra dengan perguruan tinggi negeri dan swasta termasuk dengan UNP ini.

“Kami atas nama UT berterima kasih, diberi penghargaan seperti ini. Membantu bagaimana menyelenggarakan perkuliahan online secara efektif dan efesien,” ucapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kunci keberhasilan dalam pembelajaran online ini adalah mahasiswa dan tutor sangat berperan penting, dalam keaktifan belajar online untuk lebih serius. Selain itu, peranan tutor juga sangat penting dimana tutor adalah kunci pembelajaran online ini.

“Tutor harus aktif mengingatkan, membimbing, memberi masukan, merespon, diskusi serta menjawab pertanyaan mahasiswa. Kalau keduanya sudah berinteraksi dengan aktif, maka pembelajaran akan sukses,” sebutnya.

Menurutnya, dengan mahasiswa di UT dan UNP di Padang ini yang terlihat muda-muda, masih segar ia yakin tidak akan ada permasalahan di pembelajaran online ini.

Sementara Penanggung Jawab Bantuan Belajar, dan Layanan Bahan Ajar UT Padang Fatia Fatimah mengatakan, UT Padang sangat mendukung program ini dalam bentuk kerjasama dengan UNP sebagai implementasi dari menteri pendidikan bahwa setiap mahasiswa harus mempunyai kemampuan belajar secara daring.

“UT Padang saat ini mahasiswa ada enam ribu lebih yang tersebar diseluruh kabupaten/kota, di Sumatera Barat bahkan sampai ke Pulau Mentawai,” ungkap Fatia Fatimah.

Antusias dalam pembelajaran online ini luar biasa, lanjutnya, karena pangsa pasar untuk pendidikan jarak jauh tidak hanya pendidikan untuk guru SD, guru PAUD tapi lebih kepada generasi milenial sekarang.

Disebutnya Fatia Fatimah, beberapa jurusan UT diambil oleh “fresh graduate” yaitu lulusan SLTA sederajat. Mereka lebih memilih pendidikan jarak jauh. Karena implementasinya mereka tidak terbatas dari segi waktu dan finansial, mereka bisa mengatur waktu belajar dan bekerja ataupun menolong orang tuanya.

“Dan berdasarkan itu, banyak masyarakat merespon untuk UT pada khususnya,” tutupnya. (Syafri)

laman terkait : topsumbar